TINGKATAN JIHAD

Posted on 20 Agustus 2011 oleh


Jihad memiliki empat tingkatan pokok; (1) Jihad melawan diri (jiwa) (2) Jihad melawan setan (3) Jihad melawan orang-orang kafir dan munafik (4) Jihad melawan para pengusung dan penyeru kezaliman, kemungkaran dan kebid’ahan.

1. Jihad melawan diri (jiwa)
Jihad melawan diri (jiwa) meliputi empat tingkatan:

Pertama, seseorang berjihad untuk mempelajari petunjuk (ilmu).
Kedua, berjihad untuk mengamalkan ilmunya.
Ketiga, berjihad untuk mendakwahkannya. Jika tidak, ia akan termasuk orang-orang yang menyembunyikan wahyu Allah.
Keempat, berjihad untuk sabar dalam menghadapi rintangan-rintangan dakwah. Dan menanggung semua beban itu karena Allah semata.

Jika seseorang telah sempurna dalam keempat tingkatan ini, ia adalah seorang Robbany.

2. Jihad melawan setan
Jihad melawan setan meliputi dua tingkatan:
Pertama, berjihad untuk menghadapi syubuhat (kesamaran-kesamaran yang dapat membuatnya menyimpang dari akidah yang lurus dan ibadah yang benar)
Kedua, berjihad dalam menghadapi godaan syahwat.

Yang pertama dapat dihalau dengan bekal keyakinan dan yang kedua dengan bekal kesabaran. Allah berfirman, “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (As-Sajdah: 24)

3. Jihad melawan orang kafir dan munafik
Jihad melawan orang kafir dan munafik meliputi empat tingkatan:
Pertama, berjihad dengan hati
Kedua, berjihad dengan lisan
Ketiga, berjihad dengan harta
Keempat, berjihad dengan jiwa (nyawa)

4. Jihad melawan pengusung dan penyeru kezaliman, kemungkaran dan kebid’ahan.
Ia meliputi tiga tingkatan:
Pertama, dengan tangan jika mampu.
Kedua, jika dengan tangan tidak mampu maka dengan lisan.
Ketiga, jika dengan lisan tidak mampu maka dengan hati.

Itulah tigabelas tingkatan jihad. “barang siapa yang mati dan tidak berperang, dan tidak menginginkan dalam hatinya, maka ia mati dalam salah satu cabang kemunafikan.” (HR Muslim)

(disadur dari mukhtashor Zaadul ma’aad, Syaikhul Islam Muhammad ibn Abdul Wahhab)

Posted in: Artikel