Inilah Sifat Penghuni Neraka

Posted on 25 Agustus 2011 oleh


Oleh
Ustadz Abu Muawiyah

Allah Ta’ala berfirman:
فَأَمَّا مَن طَغَى. وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى
“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Naziat: 37-39)
Allah Ta’ala berfirman:
ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ
“(Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong.” (QS. Ghafir: 76)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
اِحْتَجَّتِ الْجَنَّةُ وَالنّارُ، فَقالَتْ هَذِهِ: يَدْخُلُنِي الْجَبّارُوْنَ وَالْمُتَكَبِّرُوْنَ، وَقالَتْ هَذِهِ: يدخلني الضُّعَفاءُ وَالْمَساكِيْنَ. فَقالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لِهَذِهِ: أَنْتَ عَذابِي أُعَذِّبُ بِكَ مَنْ أَشاءُ، وَقالَ لِهَذِهِ: أَنْتَ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِكَ مَنْ أَشاءُ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِلْؤُها
“Surga dan neraka berselisih. Neraka berkata, “Yang masuk ke dalamku adalah orang-orang yang sombong lagi takabbur,” sementara surga berkata, “Yang masuk ke dalamku adalah orang-orang yang lemah lagi miskin.” Maka Allah Azza wa Jalla berfirman kepada neraka, “Engkau adalah siksaan-Ku yang denganmu Aku menyiksa siapa yang Aku kehendaki.” Dan Dia berkata kepada surga, “Engkau adalah rahmat-Ku yang denganmu Aku merahmati siapa yang Aku kehendaki. Dan setiap dari kalian ada penghuni yang memenuhinya.” (HR. Muslim no. 2846)
Dari Haritsah bin Wahb radhiallahu anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ؟ قالُوا: بَلَى. قالَ صلى الله عليه وسلم: كُلُّ ضَعِيْفٍ مُتَضَعَّفٍ, لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللهِ لَأَبَرَّهُ. ثُمَّ قالَ: أَلاَ أخبركم بأهل النَّارِ؟ قالُوا: بلى، قال: كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ
“Maukah kalian aku kabarkan mengenai penghuni surga?” Mereka menjawab, “Mau.” Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Setiap orang yang lemah lagi tertindas, yang seandainya dia bersumpa atas nama Allah atas sesuatu niscaya Allah akan memenuhinya.” Kemudian beliau bersabda, “Maukah kalian aku kabarkan mengenai penghuni neraka?” Mereka menjawab, “Mau.” Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Setiap orang yang kasar, keras permusuhannya, yang mengumpulkan harta tapi tidak mau membaginya, sombong dalam berjalan, dan takabbur(1). “ (HR. Muslim no. 2853)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
صِنْفانِ مِنْ أَهْلِ النّارِ لَمْ أَرَهُما بَعْدُ: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِياطٌ كَأَذْنابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِها النّاسَ، وَنِساءٌ كاسِياتٌ عارِياتٌ مُمِيْلاَتٌ مائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ. لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَها
“Ada dua jenis penghuni neraka yang aku belum pernah melihat keduanya sebelumnya: Kaum yang mempunyai cambuk-cambuk seperti ekor-ekor sapi, yang dengannya mereka memukuli orang-orang. Serta wanita-wanita yang berpakaian sambil telanjang, yang condong dan berlenggak-lenggok ketika berjalan, kepala-kepala (baca: rambut-rambut) mereka bagaikan punuk-punuk onta. Para wanita ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wanginya surga.” (HR. Muslim no. 2128)
Makna berpakaian sambil telanjang adalah menutup sebagian tubuhnya tapi menampakkan bagian tubuhnya yang lain atau dia memakai pakaian yang tipis sehingga membentuk tubuhnya.
Dari Usamah bin Zaid radhiallahu anhu dia berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
يُجاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيامَةِ فَيُلْقَى فِي النّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِي النّارِ فَيَدُوْرُ كَما يَدُوْرُ الْحِمارُ بِرَحاهُ. فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النّارِ عَلَيْهِ فَيَقُوْلُوْنَ: أَيْ فُلانُ، ما شَأْنُكَ؟ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنا بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهانَا عَنِ الْمُنْكَرِ؟ قالَ: كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَلاَ آتِيْهِ وَأَنْهاكُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيْهِ
“Akan didatangkan seorang lelaki pada hari kiamat lalu dia dilemparkan ke dalam neraka. Usus-ususnya terburai di dalam neraka lalu dia berputar-putar seperti keledai memutari penggilingannya. Maka penghuni neraka berkumpul di sekitarnya lalu mereka bertanya, “Wahai fulan, ada apa denganmu? Bukankah kamu dahulu yang memerintahkan kami kepada yang ma’ruf dan yang melarang kami dari kemungkaran?” Dia menjawab, “Memang betul, aku dulu memerintahkan kalian kepada yang ma’ruf tapi aku sendiri tidak mengerjakannya. Dan aku dulu melarang kalian dari kemungkaran tapi aku sendiri yang mengerjakannya.” (HR. Al-Bukhari no. 3267)

Penjelasan ringkas:
Sudah dimaklumi bersama bahwa sifat mendasar dari semua penghuni neraka berbuat maksiat kepada Allah Ta’ala. Hanya saja dalil-dalil syar’i menjelaskan secara spesifik beberapa bentuk maksiat yang merupakan sifat-sifat dari penghuni neraka, di antaranya:
1.    Sombong dan takabbur. Ini merupakan sifat terbesar dari penghuni neraka dan sifat kebanyakan di antara mereka. Bagaimana tidak, padahal pemimpin penghuni neraka yakni Iblis adalah makhluk yang pertama kali bersifat dengan sifat ini.

2.    Melampaui batas pada segala sesuatu, pada ucapan, tindakan, sampai pada cara berjalannya.

3.    Mendahulukan kehidupan dunia dibandingkan kehidupan akhirat, sehingga mereka semangat dalam mengumpulkan harta akan tetapi sangat bakhil untuk berbagi.

4.    Kasar, keras kepala, dan keras dalam permusuhan.

5.    Senang menzhalimi orang lain, baik dengan ucapan maupun dengan tindakannya.

6.    Wanita yang tidak menutup auratnya dengan semua bentuk pembukaan aurat.

7.    Para pendusta dan munafik yang ucapan mereka bertentangan dengan tindakannya, baik dari kalangan awam maupun dari kalangan juru dakwah.

______________
1. Syarh An-Nawawi ala Shahih Muslim: 17/194

Copas

Al-atsariyyah.com

Iklan
Posted in: Artikel