Sifat, Etika dan Faedah Sholat Malam .

Posted on 14 Oktober 2011 oleh


Alloh ta’ala memerintahkan Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam untuk senantiasa melakukan sholat malam dalam Al-Quran dan juga menyanjung kaum muslimin dan muslimat yang senantiasa sholat malam. Alloh tabaaroka wata’ala berfirman:

كَانُوا قَلِيلاً مِنْ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (17) وَبِالأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (18)

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar” (QS Adz-Dzariat:17-18).

Berkata Ibnu Abbas Rhodiyallohu’anhu : “Tak ada satu malam pun yang terlewatkan oleh mereka melainkan mereka melakukan sholat walaupun beberapa roka’at saja” (Tafsir At-Thobari 8/197).

Dan Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam dalam sunah-sunahnya yang sahih banyak menjelaskan keutamaan sholat malam. Di antara sunah-sunah tersebut adalah:

“Sholat yang paling utama stetelah sholat wajib adalah sholat malam” (HR. Muslim 1163)

Mengingat keutamaannya yang begitu besar, maka kali ini kita akan membahas beberapa hal terkait dengan sholat malam, dengan harapan agar dapat menggugah semangat kita dalam melakukannya dan menjadi lentera penerang yang menyinari amalan yang mulia tersebut sehingga sesuai dengan tuntunan Alloh dan Rosul-Nya.

Hukum Sholat Malam

Sholat malam hukumnya sunnah Muakkadah (Sunnah yang sangat ditekankan pelaksanaannya), berdasarkan Al-Quran dan Assunnah.

Alloh ta’ala berfirman:

وَمِنْ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَاماً مَحْمُوداً

“Dan pada sebagian malam, sholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Rob-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS Al-Isro’:79).

Dan Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam bersabda:

“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah tali silaturahim dan sholatlah dimalam hari saat manusia tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR At-Tirmidzi 2485).

Waktu Sholat Malam

Waktu sholat malam dimulai setelah selesai melakukan sholat Isya dan sunnah ba’da Isya dan berakhir dengan terbitnya fajar.

Nabi Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam bersabda: “Sholat malam itu dikerjakan dua roka’at dua rokaat. Jika salah seorang di antara kalian khawatir waktu subuh tiba, maka sholatlah satu roka’at untuk menutup sholat yang telah dikerjakan” (HR Abu Dawud 1316).

Dalam riwayat lain, Aisyah Radhiyallohu’anha berkata: Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam melakukan sholat sehabis Isya sampai terbit fajar sebanyak sebelas roka’at. Beliau salam pada setiap dua roka’at dan melakukan witir satu roka’at”. (HR Muslim 738).

Dan waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir, di saat Alloh ta’aala turun ke langit dunia.

Tata Cara Sholat Malam

Tata cara sholat malam Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam yang disebutkan Ibnul Qoyyim Rahimahullahuta’ala dalam Zadul Ma’ad adalah:

1. Nabi Sholallohu’alaihi wasallam bangun pada malam hari lalu melakukan sholat dua rokaat dengan memperlama berdiri, ruku’ dan sujud. Kemudian beliau tidur hingga mendengkur. Kemudian beliau melakukan itu dengan sebanyak tiga kali dengan enam roka’at, pada tiap kalinya beliau bersiwak dan berwudhu lalu membaca sepuluh ayat terakhir surat Ali-Imron. Lalu beliau melakukan sholat witir tiga roka’at. Kemudian muadzin adzan dan beliau keluar untuk melakukan sholat subuh (HR Muslim 763).

2. Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam memulai sholat malam dengan dua roka’at pendek, lalu melanjutkannya dengan sebelas roka’at. Pada setiap dua roka’at beliau salam dan menutupnya dengan witir satu roka’at.

3. Beliau Sholallohu’alaihi wasallam sholat tiga belas roka’at seperti cara kedua.

4. Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam melakukan sholat malam sebanyak delapan roka’at dengan salam pada setiap dua roka’at, lalu sholat witir sebanyak lima roka’at sekaligus tanpa duduk, kecuali pada rokaat terakhir” (HR Muslim 763).

5. Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam melakukan sholat malam sebanyak Sembilan rokaat dengan melakukannya secara bersambung. Beliau tidak duduk tasyahud awal kecuali pada rokaat ke delapan, lalu berdiri menuju roka’at ke Sembilan, lalu duduk tasyahud dan salam. Setelah salam beliau sholat dua roka’at dengan duduk (HR Muslim 746).

6. Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam melakukan sholat malam sebanyak tujuh roka’at dengan melakukannya secara bersambung. Beliau tidak duduk tasyahud awal kecuali pada roka’at keenam, lalu berdiri menuju roka’at ke tujuh, lalu duduk tasyahud dan salam. Stelah salam beliau sholat dua roka’at dengan duduk”. (HR Muslim 746).

7. Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam melakukan sholat malam dua roka’at dua roka’at, lalu beliau melakukan sholat witir secara bersambung sebanyak tiga roka’at tanpa dipisahkan dengan salam. Imam Ahmad Rohimahulloh menyebutkan dari ibunda Aisyah Radhuyallohu’anha bahwa Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam melakukan sholat witir tiga roka’at tanpa dipisahkan di antara roka’at-rokaat tersebut. (HR Ahmad dalam Musnadnya 24697). Lihat Zadul Ma’ad I/317-321).

Diantara tata cara sholat malam yang dituntunkan Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam adalah berdiri lama dalam sholat. Dari Ibnu Mas’ud Radhuyallohu’anhu ia berkata “Aku sholat bersama Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam lalu beliau memperlama berdirinya hingga aku ingin berbuat buruk. Ia ditanya apa yang akan kamu lakukan?’ Ia menjawab: ‘aku ingin duduk dan meninggalkan nabi'” (HR Bukhari bab Thuulul Qiyam fi sholatil lail 1135).

Dan di antara cara-cara yang dituntunkan Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam adalah:

Sholat dengan berdiri, dan ini yang sering beliau lakukan.

Sholat dalam keadaan duduk dan ruku’ dalam keadaan duduk pula.

Membaca Surat Al-Quran dalam keadaan duduk, lalau apabila tersisa sedikit bacaannya, beliau berdiri lalu ruku’ dalam keadaan berdiri.

Berkata Ibnul Qoyyim Rahimahullahuta’ala : “Ketiga tata cara ini bersumber secara sahih dari Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam.( Lihat Zadul Ma’ad I/321).

Beberapa Etika Sholat Malam

1. Berniat bangun Malam.

Hal ini agar mendapatkan pahala sholat malam apabila ia tertidur darinya. Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Barangsiapa  mendatangi ranjangnya sedangkan ia berniat sholat malam namun ia tertidur hingga waktu subuh, maka ditulis baginya pahala apa yang ia niatkan dan tidurnya itu adalah sedekah dari Robb-Nya”. (HR. An-Nasai’ 1786).

2. Berdzikir ketika bangun tidur.

Disunahkan bagi seseorang yang bangun tidur untuk melakukan sholat malam membaca dzikir dan do’a ketika bangun tidur dan membaca 10 ayat terakhir surat Ali-Imron.

3. Bersiwak.

Hudazaifah menjelaskan bahwa Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam apabila bangun malam untuk melakukan sholat, beliau menggosoknya dengan siwak (HR Bukhori 245).

4. Membangunkan keluarga untuk sholat malam.

Hal ini sebagaimana yang dilakukan Rosulullah sholallohu’alaihi wasallam ketika bangun malam, beliau membangunkan Aisyah Radhiyallhu’anha (HR Bukhori:512). Dan pada suatu malam beliau juga bersabda kepada Ali dan Fathimah: “Tidakkah kalian melakukan sholat?”. (HR Bukhori 1127).

5. Membuka sholat malam dengan sholat dua rokaat yang pendek.

Abu Hurairoh Radhuyallohu’anhu menuturkan bahwa Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam bersabda: “Apabila seseorang di antara kalian hendak melakukan sholat malam, hendaknya membukanya dengan melakukan sholat dua roka’at yang pendek”. (HR Muslim 768).

6. Merenungi bacaan Quran yang dibaca dan menangis saat membacanya.

Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam apabila melakukan sholat malam, ketika membaca Al-Qur’an terdengar suara seperti suara periuk karena tangisan beliau” (HR Abu Dawud 904).

Berkata Ibnu Abbas Radhuyallohu’anhu : “Demi Alloh, membaca Al-Qur’an Surat Al-Baqoroh dengan tartil dan merenungkannya, lebih saya sukai dari pada membaca Al-Quran dalam satu malam”. (Lihat Mukhtashor Qiyamul lail 143).

7. Tidak membebani diri dengan sesuatu yang memberatkan dirinya.

Tidaklah ia melakukan sholat malam semalam suntuk, namun membagi waktu malamnya untuk tidur, keperluan keluarga, ilmu dan sholat malam, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam dan para sahabatnya. Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam mencela orang yang melampaui batas dalam sholat malam, yaitu ia melakukan sholat semalam suntuk. Beilau Sholallohu’alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Barangsiapa membenci sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku”. (HR. Bukhori 4675).

8. Tidak sholat malam apabila mengantuk.

Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam bersabda : “Bilamana seseorang mengantuk dalam sholatnya, hendaknya ia tidur hingga hilang rasa kantuknya. Sebab apabila seseorang sholat dalam keadaan mengantuk, bias jadi ia memohon ampunan kepada Alloh namun ia mencela dirinya sendiri”. (HR Bukhari 212).

9. Tidur setelah sholat malam.

Aisyah Radhiyallohu’anha bertutur: “Aku tidak mendapati Rosulullah pada waktu sahur di rumahku atau di dekatku, melainkan dalam keadaan tidur”. (HR Bukhari 1133).

10. Berdo’a selesai sholat malam.

Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam apabila selesai sholat malam ia berdo’a:

اللّهم إنّي أعوذبرضا ك من سخطك وبمعافاتك من عقوبتك، وأعوذ بك منك لا أخصي ثناء عليك، أنت كما أثنتيت على نفسك.

“Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung dengan keridho’an-Mu dari murka-Mu, dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tak mampu menghitung pujian terhadap-Mu. Engkau adalah sebagaimana yang Engkau pujikan terhadap diriMu sendiri.” (HR Abu Dawud 1427).

Beberapa Faedah Sholat Malam

Sholat malam memiliki beberapa faedah dan keutamaan, diantaranya:

Salah satu sebab masuk surga (HR. Ibnu Majjah 3251).

Salah satu sebab ditinggikannya derajat seseorang di surga kelak. (HR At-Tirmidzi 2527).

Orang yang melakukan sholat malam adalah orang yang berhak ditinggikan derajatnya di akhirat kelak (QS. Ad-Dzriyat:17-18). Dan mereka adalah orang yang dipuji Alloh ta’aala dalam firmannya di surat Al-Furqon:64.

Sebagai saksi atas keimanan mereka yang sempurna.

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّداً وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ (15)

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنْ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفاً وَطَمَعاً وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ (16)

“Sesungguhnya orang-orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu segera bersujud seraya bertasbih memuji Robbnya, mereka juga tidak sombong. Lambung mereka jauh dari tempat tidur dan selalu berdo’a kepada Robb-nya dengan penuh rasa takut dan harap serta menafkahkan rezeki yang Kami berikan.” (QS As-Sajadah:15-16).

Menghapus kesalahan-kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa. (HR At-Tirmidzi 3549).

Sholat malam adalah sholat sunnah yang paling utama (HR Muslim 1163).

Sholat malam adalah kemuliaan bagi seorang muslim (HR Al-Hakim 4/320).

Orang lain boleh iri dengan dengan sholat malam yang dilakukan seseorang (HR Muslim 815).

Membaca Al-Qur’an dalam sholat amalam merupakan kekayaan yang mat besar (HR Abu Dawud 1398).

Demikian kajian kali ini, semoga kita dimudahkan oleh Alloh ta’aala untuk dapat mengamalkan sunnah-sunnah Rosulullah Sholallohu’alaihi wasallam antara lain dengan menghidupkan qiyamul lail. Semoga bermanfaat dan barokallohufiikum.

Penulis: Abu Zahroh Al-Anwar (Diketik ulang dari Majalah Al-Mawaddah I/3)

Posted in: Fikih