Kapan Waktu Puasa itu Dilarang???

Posted on 2 November 2011 oleh


Oleh: Abu Muawiyah

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لَا يَصُمْ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلَّا أَنْ يَصُومَ قَبْلَهُ أَوْ يَصُومَ بَعْدَهُ
“Janganlah salah seorang dari kalian berpuasa pada hari jumat kecuali dia berpuasa sehari sebelum atau sesudahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1985 dan Muslim no. 1929)
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
لَا تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِي وَلَا تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الْأَيَّامِ إِلَّا أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ
“Janganlah kalian mengkhususkan malam jumat dengan shalat malam di antara malam-malam yang lain, dan jangan pula mengukhususkan harinya dengan puasa, kecuali memang bertepatan dengan hari dimana kalian biasa berpuasa.” (HR. Muslim no. 1144)
Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu berkata:
هَذَانِ يَوْمَانِ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صِيَامِهِمَا يَوْمُ فِطْرِكُمْ مِنْ صِيَامِكُمْ وَالْيَوْمُ الْآخَرُ تَأْكُلُونَ فِيهِ مِنْ نُسُكِكُمْ
“Inilah dua hari yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang puasa padanya: Hari saat kalian berbuka dari puasa kalian (‘iedul fithri) dan hari lainnya adalah hari ketika kalian memakan hewan qurban kalian (‘iedul adh-ha) “. (HR. Al-Bukhari no. 1990)
Dari ‘Aisyah dan Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhuma keduanya berkata:
لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْهَدْيَ
“Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari tasyriq kecuali bagi siapa yang tidak mempunyai hadyu (hewan qurban bagi yang menunaikan haji).” (HR. Al-Bukhari no. 1998)

Penjelasan ringkas:

Puasa sunnah mutlak disyariatkan secara mutlak sehingga bisa dikerjakan kapan saja, kecuali beberapa hari yang seseorang berpuasa padanya, baik dilarang secara mutlak maupun dilarang pada keadaan tertentu dan dibolehkan pada keadaan yang lain.

– Puasa yang dilarang secara mutlak adalah berpuasa pada dua hari raya.

– Puasa yang dilarang pada keadaan tertentu adalah:
a.    Mengkhususkan puasa sunnah mutlak pada hari jumat.
Akan tetapi berpuasa pada hari jumat boleh pada dua keadaan:
1.    Puasanya sunnah mutlak tapi dia berpuasa sehari (hari kamis) atau setelahnya (hari sabtu)
2.    Puasanya bukan sunnah mutlak akan tetapi puasa yang mempunyai sebab, misalnya 10 muharram jatuh pada hari jumat. Atau dia punya jadwal puasa rutin yang bertepatan dengan hari jumat, misalnya puasa daud yang sudah dipastikan dia akan berpuasa pada hari jumat
b.    Berpuasa pada hari tasyriq, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 zulhijjah bagi yang tidak menunaikan haji atau yang menunaikan haji tapi dia mempunyai hadyu.
Adapun yang menunaikan haji tapi tidak mempunyai hadyu maka dia boleh untuk berpuasa pada ketiga hari Îτϋ

atsariyyah.com artikel

Posted in: Artikel