Cara Mudah Memahami Al Ushuluts Tsalatsah bag 1

Posted on 17 Desember 2011 oleh


Oleh: Asy Syaikh Muhammad At Thayyib Al Anshari

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kepada-Nya kita mohon pertolongan.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya semua.

Soal:
Apa empat masalah yang wajib bagi setiap manusia untuk mempelajarinya?

Jawab:
Pertama: Ilmu yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal Agama Islam dengan dalil-dalilnya.

Kedua: Amal yaitu mengamalkan ilmu tersebut

Ketiga: Dakwah yaitu Mendakwahkan ilmu tersebut

Keempat: Sabar yaitu Bersabar atas berbagai ganguan dan rintangan dalam menuntut ilmu, beramal serta berdakwah.

Soal: Apa dalilnya?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

بسم الله الرحمن الرحيم
وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْأِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ.إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al ‘Ashr: 1-3)

Soal:
Apa perkatan Imam As Syafi’i رحمه الله تعالى tentang surat ini?

Jawab:

لو ما أنزل الله حجة على خلقه إلا هذه السورة لكفتهم

“Seandainya Allah tidak menurunkan satu hujjah kepada makhluknya kecuali surat ini niscaya telah cukup bagi mereka”

Soal:
Apakah perkataan dan perbuatan itu sebelum ilmu ataukah ilmu terlebih dahulu sebelum keduanya?

Jawab:
I’llmulah yang sebelum keduanya dengan dalil firman Allah Ta’ala:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِك وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan yang haq) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (Muhammad: 19)

Maka Allah memulai perintah untuk berilmu sebelum berkata dan berbuat. Demikian dikatakan Imam Al Bukhari.

Soal:
Apa tiga masalah yang wajib dipelajari sekaligus diamalkan?

Jawab:
(Pertama): Sesungguhnya Allah telah telah menciptakan kita dan memberikan rizki kepada kita dan tidak meninggalkan kita secara percuma begitu saja akan tetapi Allah mengutus Rasul kepada kita maka barang siapa yang mentaati rasul pasti masuk surga namun siapa yang mendurhakainya pasti masuk neraka.

Soal: Apa dalilnya?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

(إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولاً شَاهِداً عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَى فِرْعَوْنَ رَسُولاً فَعَصَى فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذاً وَبِيلاً) (المزمل: ١٥-١٦)

“Sesungguhnya kami Telah mengutus kepada kalian seorang rasul, yang menjadi saksi terhadap kalian, sebagaimana kami Telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir’aun. Maka Fir’aun mendurhakai Rasul itu, lalu kami siksa dia dengan siksaan yang berat. (Al Muzammil: 15-16)

(Kedua): Sesungguhnya Allah tidak ridha untuk disekutukan dalam peribadahan kepada-Nya dengan seorang pun baik seorang malaikat yang sekalipun dekat dengan Allah ataupun seorang Nabi yang diutus-Nya.

Soal: Mana dalilnya?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

(وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُو مَعَ اللَّهِ أَحَداً) (الجـن: ١٨.)

“Dan Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (Al Jin: 18)

(Ketiga): Bahwa siapa saja yang telah mentaati Rasul dan mentauhidkan Allah maka tidak boleh baginya berloyalitas (berkasih-sayang) terhadap orang yang memusuhi Allah dan Rasulnya sekalipun orang tersebut adalah kerabat dekatnya.

Soal: Apa dalilnya?

Jawab:

لا تَجِدُ قَوْماً يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْأِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Kamu tidak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau Saudara-saudara ataupun keluarga mereka. meraka Itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun ridha terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka Itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” (Al Mujadilah: 22)

Soal: Apakah pengertian Al Hanifiyyah adalah agama Ibrahim?

Jawab:
Al-Hanifiyyah adalah Engkau beribadah kepada Allah semata seraya meikhlaskan agama bagi-Nya. Dan itulah yang Allah perintahkan kepada seluruh manusia dan untuk tujuan itu pula Allah menciptakan mereka.

Soal: Apa dalilnya?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)

Soal:
Apa pengertian لِيَعْبُدُون (supaya mereka beribadah kepada-Ku)

Jawab: Maknanya: agar mereka mentauhidkan Aku serta aku perintah mereka dan juga aku larang mereka

Soal: Perkara apakah yang paling besar yang Allah perintahkan?

Jawab: Tauhid

Soal: Apa itu Tauhid?

Jawab: Mengesakan Allah dalam peribadahan dan menetapkan sifat-sifat yang Allah sifati diri-Nya dan yang Rasul mensifati-Nya serta mensucikan-Nya dari segala kekurangan dan sifat baru serta mensucikan-Nya dari keserupaan dengan makhluk-Nya.

Soal: Apa larangan Allah yang paling besar?

Jawab: Syirik

Soal: Apa itu syirik?

Jawab: Menyembah selain Allah di samping (menyembah) Allah. Dan kamu menjadikan tandingan atau sekutu bagi Allah dalam ibadah sementara Allah yang telah menciptakan kamu.

Soal: Apa dalilnya?

Jawab: Firman Allah:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” (An Nisa’: 36)

فلا تجعلوا للَّهَ أندادا

“Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah” (Al Baqarah: 22)

Soal: Apakah tiga landasan pokok yang manusia wajib mengetahuinya.?

Jawab: Seorang hamba mengetahui / mengenal Rabbnya, Agamanya dan Nabinya yaitu Muhammad.

diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Rifa’i Al Maghatani dari kitab “TASHIL AL-USHUL ATS-TSALATSAH” karya Asy Syaikh Muhammad At Thayyib Al Anshari, Diteliti dan ditahrij hadits-haditsnya oleh Shalih Bin Abdillah Al ‘Ashimy.

Posted in: Artikel