Cara Mudah Mempelajari Ushuluts Tsalatsah bag 2 -Mengenal Rabb-

Posted on 18 Desember 2011 oleh


Oleh: Asy Syaikh Muhammad At Thayyib Al Anshari

Soal: Siapa Rabb kamu?

Jawab: Rabb-ku adalah Allah yang telah menciptakan, memberi rezki dan mengatur aku dan mengatur seluruh alam. Dan Dia adalah sesembahanku yang tidak ada bagiku sesembahan selain Dia.

Soal: Apa dalilnya?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

(الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ) (الفاتحة: ۲)

“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (Al Fatehah: 2)

Dan segala sesuatu yang selain Allah adalah alam dan saya termasuk salah satu dari alam.

Soal: Dengan apa kamu mengenal Rabbmu?

Jawab: Aku mengenal-Nya dengan ayat-ayat-Nya dan makhluk-makhluk-Nya: malam, siang, matahari, bulan, langit yang tujuh dan bumi yang tujuh serta siapa yang ada padanya dan apa saja yang ada di antara keduanya.

Soal: Apa dalilnya?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah yang menciptakannya, jika kepada-Nya kalian memang beribadah.” (Fushilat: 37)

Dan firman Allah Ta’ala:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (Al A’raf: 54)

Soal: Apa Ar-Rabb itu?

Jawab: Ar-Rabb adalah Tuhan, Pemilik, Pencipta dan Dzat yang mewujudkan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan Dialah satu-satunya Dzat yang berhak dibadahi.

Soal: Apa dalilnya?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ * الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشاً وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقاً لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَاداً وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu Mengetahui.” (Al Baqarah: 21-22)

Maka pencipta segala sesuatu ini, dialah yang berhak dibadahi.

Soal: Apa itu ibadah?

Jawab: Ibadah adalah puncak ketundukan dan perendahan diri dan puncak kecintaan dan bergantungnya seseorang yang melakukan peribadahan tersebut. Dengan ungkapan yang lain,

Ibadah adalah: sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai Allah dan yang diridhai-Nya berupa ucapan maupum perbuatan yang dhohir maupun yang batin.

Soal: Berapakah macam ibadah yang Allah perintahkan?

Jawab: Banyak sekali di antaranya: Islam, Iman, Ihsan, doa, khauf (rasa takut), Raja’ (rasa harap), Tawakkal, Raghbah, Rahbah, khusu’, Khasyah, Inabah, Isti’anah, Isti’adzah, Istighatsah dan menyembelih, Nadzar dan yang lainnya dari ibadah-ibadah yang Allah perintahkan. Kesemuanya itu khusus untuk Allah Ta’ala.

Soal: Apa dalilnya?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُو مَعَ اللَّهِ أَحَداً

“Dan Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (Al Jin: 18)

Dan firman Allah Ta’ala:

وقضى ربك ألا تعبدوا إلا إياه

“Dan Tuhanmu Telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia.” (Al Isra’: 23)

Soal: Apa hukum orang yang memalingkan sesuatu dari ibadah tersebut kepada selain Allah?

Jawab: Siapa saja yang memalingkan dari jenis-jenis ibadah tersebut sedikit saja kepada selain Allah maka dia adalah musyrik kafir, walaupun ia shalat, puasa, dan haji dan sekalipun ia menyangka dirinya muslim.

Soal: Apa dalilnya?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ لا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

“Dan barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, Maka Sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” (Al Mukminun: 117)

Soal: Apa dalil bahwa doa itu adalah ibadah?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina-dina.” (Ghafir: 60)

Dan sabda Nabi:

اَلدُّعَاءُ مُخُ الْعِبَادَةِ

“Doa itu adalah sari patinya ibadah”

Dalam sebuah riwayat:

اَلدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةِ

“Doa itu adalah ibadah”

Soal: Apa dalil bahwa khauf (takut) itu adalah ibadah?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

فَلا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaku, jika kamu benar-benar orang yang beriman. (Al Imran: 175)

Soal: Apa dalilnya bahwa Roja’ (berharap) itu ibadah?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (Al Kahfi: 110)

Soal: Apa dalilnya bahwa tawakkal adalah ibadah

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

عَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Dan Hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (Al Maidah: 23)

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُه

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (At Thalaq: 3)

Soal: Apa Dalilnya bahwa Raghbah (harapan), Rahbah (takut), dan Khusyu’ itu adalah ibadah?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَباً وَرَهَباً وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas (*). Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami.” (Al Anbiya’: 90)

(*) Maksudnya: mengharap agar dikabulkan Allah doanya dan khawatir akan azabnya.

Soal: Apa dalilnya bahwa khasyah (takut) itu adalah ibadah?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

فَلا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي

“Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja).” (Al Baqarah: 150)

Soal: Apa dalilnya bahwa inabah (kembali bertaubat) itu adalah ibadah?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَه

“Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya.” (Az Zumar: 54)

Soal: Apa dalilnya bahwa Isti’anah (minta pertolongan) itu adalah ibadah?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” (Al Fatihah: 5)

Dalam sebuah hadits:

” إذا استعنت فاستعن بالله “

“Apabila kamu minta tolong mintalah pertolongan kepada Allah”

Soal: Apa dalilnya bahwa Isti’adzah (minta perlindungan) itu adalah ibadah?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

“Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhannya manusia. (An Naas: 1)

Soal: Apa dalilnya bahwa Istighastah (mohon pertolongan saat genting) itu adalah ibadah?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ

“(ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu.” (Al Anfal: 9)

Soal: Apa dalilnya bahwa menyembelih korban itu adalah ibadah?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan Aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (Al An’am: 162-163)

Dan dalil dari sunnah adalah sabda Rasulullah:

” لَعَنَ الله ُمَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ “

“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah”

Soal: Apa dalilnya bahwa nadzar itu adalah ibadah?

Jawab: Firman Allah Ta’ala:

يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْماً كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيراً

“Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” (Al Insan: 7)

Mudah Memahamahi Ushulus Tsalatsah, diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad Rifa’i Al Maghatani dari kitab “TASHIL AL-USHUL ATS-TSALATSAH”karya Asy Syaikh Muhammad At Thayyib Al Anshari, Diteliti dan ditahrij hadits-haditsnya oleh Shalih Bin Abdillah Al ‘Ashimy.

Posted in: Aqidah