Perbedaan Kata Ilaah (إله ) dan Rabb ( ربّ ) Secara Bahasa

Posted on 30 Desember 2011 oleh


Secara makna bahasa :

إله berasal dari kata أَلَه يَأْلَهُ بالفتح فيهما إِلاَهَةً أي عَبَد

yakni alaha ya’lahu ilaahatan bermakna ‘abada (menyembah)

إلاَه على فِعَال بمعنى مفعول لأنه مَألُوه أي مَعْبُود

Ilaah di atas wazan fi’aal bermakna maf’uul karena dia ma’luuh yakni ma’buud (yang disembah) [Mukhtar ash-Shihah 1/13 (MS)]

Sehingga makna Ilaah adalah Ma’buud (Yang disembah atau Sesembahan)

الإلَهُ الله عز وجل وكل ما اتخذ من دونه معبوداً إلَهٌ عند متخذه

al-Ilaah adalah ALLAH ‘azza wa jalla dan setiap yang dijadikan sesembahan selain ALLAH disebut ilaah oleh yang menjadikannya [Lisaan al-‘Arab 13/467 (MS)]

Sehingga orang-orang musyrik menamai sesembahan mereka selain ALLAH sebagai ilaah. Bentuk jamak (plural) dari ilaah adalah aalihah.

ربّ berasal dari kata

رَبُّ كل شيء مالِكُه

Rabb segala sesuatu adalah Maalik(penguasa atau pemilik)nya. [Mukhtar ash-Shihah 1/111 (MS)]

Hal semakna juga disebutkan oleh Ibnu Mandzur [Lisaan al-‘Arab 1/399 (MS)]

Sehingga makna Rabb adalah Maalik yakni penguasa atau pemilik.
*MS = al-Maktabah asy-Syaamilah

Oleh: Noor Akhmad

Posted in: Artikel