Ibnu Katsir Sosok Mufassir sejati

Posted on 22 Februari 2012 oleh


Nama lengkap beliau adalah Abul Fida’ Imaduddin Ismail bin Umar bin Katsir al-Quraisy Al-Bushwari Ad Dimsyaki. Lahir pada tahun 710 H di sebuah desa bagian dari kota Bushra si negeri Syam. Sejak usia 4 tahun, Ibnu Katsir diasuh oleh pamannya karena ayahnya meninggal. Pindah dan menetap di Damaskus pada tahun 706 H.

Ibnu Katsir tumbuh besar di Damaskus. Beliau menimba ilmu dari ulama di kota tersebut. Salah satunya adalah Syaikh Burhanuddin Ibrahim Al Fazari.

Dan beliau juga menimba ilmu dari Isa bin Muth’im, Ibnu Asyakir, Ibnu Syairazi, Ishaq bin Yahya bin Al Amidi, Ibnu Zarrad, Al Hafidz Adz Dzahabi, serta Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Selain itu beliau juga belajar kepada Syaikh Jamaluddin Yusuf bin Zaki Al Mizzi, seorang ahli hadits dari Syam yang kemudian menikahkan dengan putrinya.

Karena kegigihan dalam belajarnya, akhirnya beliau menjadi ahli tafsir ternama, ahli hadits, sejarawan, serta ahli fiqih besar abad ke 8 H.

Kitab beliau dalam bidang tafsir yaitu Tafsir Al Quran Al Azhim menjadi kitab tafsir terbesar dan tershahih hingga saat ini disamping kitab tafsir Muhammad bin Jarir At Thabari.

Beliau juga menulis kitab-kitab lain, diantaranya adalah Al Bidayah wa An Nihayah yang berisi kisah para nabi dan umat terdahulu, Jami’ Al Masaanid yang berisi kumpulan hadits, Ikhtisar ‘Ulum Al Hadits tentang Ilmu Hadits, Risalah fi Al Jihad tentang jihad.

Ibnu Katsir meninggal pada tahun 774 H di Damaskus dan dikuburkan bersebelahan dengan makam gurunya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Meski kini beliau telah tiada, tapi peninggalannya akan tetap berada di tengah umat, menjadi rujukan terpercaya memahami Al Quran serta Islam secara umum.

(Disarikan dari Majalah Tashfia edisi 03/1/2006)

Iklan
Posted in: Tokoh