KEMULIAAN NASAB BUKAN JAMINAN KESELAMATAN

Posted on 31 Januari 2013 oleh


Oleh: Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi

Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu berkata :
 
قَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ أُنْزِلَ عَلَيْهِ: وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ. قَالَ: (يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ -أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا- اشْتَرُوا أَنْفُسَكُمْ، لَا أُغْنِي عَنْكُمْ مِنَ اللهِ شَيْئًا، يَا عَبَّاسُ بْنَ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ لَا أُغْنِي عَنْكَ مِنَ اللهِ شَيْئًا، يَا صَفِيَّةُ عَمَّةَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا أُغْنِي عَنْكِ مِنَ اللهِ شَيْئًا، وَيَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَلِينِي مِنْ مَالِي مَا شِئْتِ لَا أُغْنِي عَنْكِ مِنَ اللهِ ?شَيْئًا.
 “Ketika (ayat),‘Dan berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat,’ [Asy-Syu’arâ`: 214] diturunkan kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, beliau berdiri seraya bersabda,

‘Wahai segenap kaum Quraisy -atau ucapan yang semisalnya-, tebuslah diri kalian (dari siksa Allah). Sesungguhnya aku tidak bisa mencukupi kalian sedikitpun di hadapan Allah. Wahai ‘Abbâs bin Abdul Muththalib, sesungguhnya aku tidak bisa mencukupi/membela dirimu sedikitpun di hadapan Allah. Wahai Shafiyyah, bibi Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, sesungguhnya aku tidak bisa mencukupi/membela dirimu sedikitpun di hadapan Allah. Wahai Fathimah, putri Muhammad, mintalah harta kepadaku sebagaimana keinginanmu. Sesungguhnya aku tidak bisa mencukupi/membela dirimu sedikitpun di hadapan Allah.’.”

Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhûmengabarkan tentang apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam ketika Allah memerintahkan dalam kitab-Nya yang mulia untuk memberi peringatan kepada kerabat-kerabatnya, bahwa beliau betul-betul melaksanakan perintah tersebut. Beliau menyeru/memanggil orang-orang Quraisy secara keseluruhan, juga beliau seru pamannya, bibinya serta anak perempuannya.

Beliaupun memperingatkan mereka secara khusus dan memerintahkan mereka untuk menyelamatkan diri masing-masing dari adzab Allah dengan cara menauhidkan dan menaati-Nya.

Beliau menyampaikan bahwa beliau tidak dapat melindungi mereka dari adzab Allah sedikitpun apabila mereka tidak beriman.
Maka semata-mata kedekatan hubungan kekerabatan mereka dengan Rasul, tidaklah bermanfaat bagi mereka tanpa keimanan.

Hadits ini menunjukkan bahwa tidak boleh meminta kepada Rasul, apalagi kepada selain Rasul, kecuali apa-apa yang disanggupinya dalam perkara dunia. Adapun dalam perkara-perkara yang tidak disanggupi kecuali oleh Allah, maka tidaklah boleh memintanya kecuali kepada Allah.

Pada hadits ini, terdapat bantahan terhadap para penyembah kubur yang mereka beristighatsah akan kesulitan-kesulitannya dan dalam pemenuhan keperluan-keperluannya kepada orang-orang yang telah meninggal.

Faedah Hadits

1. Bantahan terhadap orang-orang yang menyembah para nabi dan orang-orang shalih, yang mereka itu menggantungkan diri kepada makhluk dalam pemenuhan keperluan-keperluan mereka yang tidak disanggupi (pemenuhannya) kecuali hanya oleh Allah.

2. Bahwasanya tidak boleh meminta kepada hamba kecuali apa-apa yang disanggupinya.

3. Bersegeranya Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam dalam melaksanakan perintah Allah serta menyampaikan risalah.

4. Bahwasanya tidak ada yang bisa menyelamatkan dari adzab Allah kecuali iman dan amal shalih, bukan hanya dengan bersandar kepada nasab keturunan seseorang.

5. Bahwa orang yang pantas menjadi paling dekat dengan Rasul shallallâhu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang taat dan mengikuti beliau, baik dari kalangan kerabat-kerabat beliau maupun selainnya.

6. Bahwa semata-mata memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasul shallallâhu ‘alaihi wa sallam tidak ada manfaatnya kalau tidak memiliki iman dan amal shalih serta aqidah yang benar.

Posted in: Aqidah, Hadits