Mereka Berkata Tentang Nabiku Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Posted on 19 Februari 2013 oleh


Setelah membaca dan mempelajari sejarah kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam para tokoh dunia yang notabene nya mereka adalah non muslim, ternyata merkapun mengagumi nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka mengagumi karakter manusia yg paling sempurna yang pernah hidup dimuka bumi ini, mengagumi perjuangan beliau, akhlaq beliau, cara hidup beliau, kebesaran jiwa beliau..

Menurut saya hanya orang-orang bodohlah bahkan lebih bodoh dari keledai yang tak bisa mengambil pelajaran dari kehidupan manusia terhebat yang pernah ada di dunia ini.

Coba simaklah perkataan-perkataan mereka tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
Simak komentar mereka :

* Will Durant (1885) filosof dan ahli sejarah asal amerika:

Jika kita harus menilai keagungan seorang dari pengaruhnya terhadap manusia, maka saya harus katakan bahwa Muhammad adalah orang yang paling agung di sepanjang sejarah!

* Benjamin Bosworth Smith (1784) seorang Bishop Rektor dan Editor, dalam bukunya Mohammad and Mohammadanism  London, 1874, hal 92: 

Muhammad adalah Kaisar dan Paus dalam satu pribadi. Namun dia seorang paus tanpa penaubatan dan Kaisar tanpa pasukan, tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, dan tanpa penghasilan yang ditentukan. Jika seorang manusia ada yang berhak menyatakan bahwa dirinya memimpin berdasarkan kebenaran langit maka Muhammadlah yang paling berhak, karena dia telah mendapatkan kekuasaan tanpa segala macam penopang instrument dan atributnya (Harta tahta senjata pasukan dsb).

* William Montgomery Watt (14 March 1909 – 24 October 2006) seorang Profesor non muslim yang ahli sejarah Islam dan bahasa arab mengajar di Universitas Edinburgh, dalam bukunya yang terbit tahun 1953 berjudul Mohammad at Mecca hal 52:

Kesiapan Muhammad dalam menghadapi rintangan atas kepercayaannya dan ketinggian moral orang-orang yang beriman dan menjadikannya sebagai pemimpin serta keagungan keberhasilannya-  semua itu bagi yang memperdebatkan dan mengasumsikan bahwa dia berpura-pura jadi nabi akan malah mendapatkan masalah ketibang solusi. Lagipula tiada figur agung sepanjang sejarah yang begitu kurang dihargai di dunia barat sebagaimana Muhammad.

* Mahatma Gandhi (1869)  dalam Young India

“Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia ?? Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung”.

* Sir George Bernard Shaw(lahir 1856) pemenang nobel literatur
(The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936)

“Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut.”

“Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ’sang penyelamat kemanusiaan”.

“Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia : Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini”.

“Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang”.

“Dia adalah Muhammad (Shallallahu ‘alaihi wasallam). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan ke keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE.”

Nabi ini telah memberi makna baru bagi agama. Bukan sekedar definisi tetapi juga dimensi.

Baginya agama bukan hanya aturan dogma dan doktrin ataupun ritual dan perayaan saja. Baginya agama adalah konsep hidup yang jauh lebih komprehensif.

 Baginya agama adalah tata cara dan gaya hidup. Ideologi yang mampu menembus ruang dan waktu dan pergerakan yang selalu siap mengisi kebutuhan dasar manusia untuk selamanya.

Jauh hari sebelum memasuki jenjang kenabian dia sudah menemukan masyarakat yang siap dilayaninya. Sebagaimana dia selalu membantu faqir miskin dan musafir.

Dia diberi julukan al-Amiin (yang terpercaya) oleh kawan dan lawan. (dalam riset saya mengenai Muhammad) saya menemukan bahwa bahkan orang-orang arab yang belum siap masuk islam masih tetap suka menitipkan barang-barang berharganya pada Muhammad.

Dia memberikan kemudahan bagi mereka yang kesusahan, mengembalikan hak mereka yang tidak diberikan hak, mengasuh anak yatim dan melindungi yang lemah dan yang teraniaya.

Dia memberi wanita hak dan tempat yang selayaknya dalam masyarakat, meninggikan derajat mereka dari yang sebelumnya diperlakukan hanya seperti barang, serta membuat mereka terhormat bahkan bagi diri mereka sendiri. Hingga masa itu adalah pertama kalinya mereka diberikan hak berpendidikan, hak memiliki, hak mewariskan, hak sembahyang dan bahkan hak dalam berekspresi , memilih, dan berpendapat . Sungguh sejarah manusia gagal memberikan kehormatan pada wanita selayaknya sebagaimana yang Muhammad berikan terhadap mereka.

 “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik dalam memperlakukan istrinya.” Perkataannya tersebut selalu akan menjadi pengingat lelaki kasar yang suka membelokkan makna ayat-ayat Qur’an demi kepentingan hasrat mereka.   

Muhammad adalah guru agama, pembaru sosial, panutan moral, symbol organisasi, teman yang setia, pendamping yang nyaman, suami sejati, dan ayah yang mencintai. Semua itu menyatu dalam dirinya. Sedang perkataannya abadi selalu berkilau dan menyala.

 Tidaklah berlebihan kata Bernard. Padahal ia seorang non muslim namun fitrahnya tetap dapat merasa bahwa sabda Rasul adalah abadi dan selalu menyala.

* Michael H. Hart (THE 100: A RANKING OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978)

“Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa: “Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.”

“Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa…
Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut Yesus), prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pengembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya : adakah orang yang lebih agung dari dia?”

* Lamartine (HISTOIRE DE LA TURQUIE, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277)


“Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau dua bidang saja misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad (SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya. Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang – semua menjadi satu”.

“Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut -hanya dengan kepribadian seperti dia-lah keagungan seperti ini dapat diraih.”

* K. S. RAMAKRISHNA RAO, Professor Philosophy dalam bookletnya, “Muhammad, The Prophet of Islam”


“Kepribadian Muhammad, hhmm sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja : betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu,
Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan”.

“Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak biasa”.

* Profesor Snouck Hurgronje


“Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain. Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa.

Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan : menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral.
Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan. Dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan”.

* Thomas Carlyle dalam bukunya HEROES AND HEROWORSHIP

“Betapa menakjubkan seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Baduy) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua dekade”.

“Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri”.

“Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia”.

* Edward Gibbon and Simon Ockley Speaking on the profession of ISLAM

“Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama” (HISTORY OF THE SARACEN EMPIRES, London, 1870, p. 54).

“Muhammad tidak lebih dari seorang manusia. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai ‘hamba dan pesuruh Tuhan dan demikianlah juga setiap tindakannya”.

* Thomas Carlyle (1795)
penulis dan sejarawan terkenal asal Scotland dalam bukunya Heroes and Heroworship:

“Bagaimana bisa seorang dengan pengaruh dirinya sendiri dapat mengubah suku-suku yang bermusuhan dan badui-badui perantauan menjadi masyarakat yang paling terpelajar dan terkuat dalam kurun waktu dua dekade (20 tahun) saja.”

‘Kesetaraan’, ‘persaudaraan’, dan ‘kebebasan’ adalah istilah-istilah menarik yang menjadi pengaruh lahirnya revolusi Perancis, namun sosok yang sebenarnya layak mendapat penghargaan untuk semua itu adalah bapak Revolusi sosial yaitu Muhammad yang telah membebaskan manusia dari perbudakan dan agama takhayul. Di alah sosok pertama yang mendeklarasikan kesetaraan dan persaudaraan sesama manusia.”    

Bukan hanya fokus dalam mengajar agama namun juga pada prakteknya.

Sahabat istimewanya ada yang bekas budak hitam bernama Bilal, dan ada Letnan kepercayaannya seorang asal Iran bernama Salman, masing-masing datang dari bangsa, budaya dan bahasa yang berbeda namun di hadapan gurunya mereka semua adalah sahabat yang setara satu sama lainnya.

Warna dan negara bukanlah penghalang di jalan revolusi Muhammad dalam membina persaudaraan. Nabi revolusioner ini adalah yang pertama menghilangkan kelas dan kasta dalam membina masyarakat yang setara dalam persaudaraan.  Dia tidak membedakan manusia menurut kelas ataupun warna sebagaimana dia tidak melihat sungai dan gunung sebagai pembeda manusia. Dia adalah yang untuk pertama kalianya memberikan konsep manusia yang bersatu, yaitu keluarga manusia anak-anak Adam. Dan al-Qur’an pun tegas menyebut hal itu, “Wahai manusia, Kami telah menciptakan kalian dari seorang laki dan wanita.” (49:13).

Muhammad mempercayai kemuliaan manusia bukan dari kepemilikan atau tahtanya, dan bukan dari bangsa atau negaranya. Dalam  ceramahnya di masa akhir hidupnya dia berkata, “ Tiada keistimewaan bagi arab atas selainnya, ataupun non arab atas arab, ataupun bagi yang putih atas yang hitam, dan yang hitam atas yang putih, keistimewaannya ada pada ketakwaannya kepada Allah.”  jadi hanya kebenaranlah yang menjadi dasar menghukum seseorang dan bukan tempat atau keturunan. Sungguh dia telah memberikan dunia tolok ukur baru dalam menilai mana benar dan salah, mana baik dan buruk. “Bukanlah kemulian Anda mengarah ke timur atau ke barat” kata Qur’aan, namun berlaku baik dan hidup dengan kebenaran itulah yang menghasilkan kwalitas kemuliaan, cinta, rahmat, keadilan, kehormatan, dan kesucian.    

Dalam bidang Ekonomi, utusan Tuhan ini telah datang dengan konsep surgawi untuk aturan economi dunia baru! Suatu aturan yang mengharamkan monopoli dan penimbunan sehingga kekayaan tidak terfokus pada segelintir saja. Semua sumber daya dan penghasilan dapat dinikmati oleh setiap orang tanpa tabzir. Merealisasikan sistem perbankan tanpa bunga di mana saling berbagi menjadi natural formatnya, dan tiada pihak yang harus dirugikan menjadi dasar prinsipnya.   Dalam aturan ekonomi Muhammad perdagangan pribadi dibolehkan saja tetapi maslahat dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Kehebatan Pemikiran Muhammad untuk kesejahteraan sosial termasuk dalam bidang ekonomi bermuara pada keluasan aturan keadilan dan persaman yang mana setelahnya tiada usaha pemimpin individual atau sosialis atau komunis yang bahkan dapat mendekatinya. Penekanan Muhammad dalam memimpin ‘kesinambungan hidup’ ditekankan pada  setiap anggota masyarakat supaya dapat menjadi pelindung satu sama lain.

Dalam masyarakat Muhammad, minoritas non muslim dipanggil ‘dzimmi’  yaitu ‘orang-orang ahlul kitab yang dilindungi oleh Allah dan Nabi-Nya’ yang mana haknya harus digaransikan oleh negara dan masyarakat, sebagaimana sang nabi berulang kali memberi peringatan kepada masyarakat untuk tidak berbuat salah terhadap mereka.  Begitulah masyarakat Islam dimana minoritas bukan hanya mendapatkan perilaku adil tetapi lebih.

Dalam bidang politik Muhammad telah menghadirkan revolusi yang mengguncangkan dunia. Sebagaimana dalam perubahan sejarah manusia kita susah mendapatkan sosok selainnya yang begitu bersungguh menekankan pendidikan.  Sebagai ketua negara Islam pertama dia telah mewajibkan pendidikan untuk semua baik pria maupun wanita. Dia telah deklarasikan kewajiban itu langsung semenjak berdiri daulatnya di kota Madinah. Kemudian di tahun kedua pasal UUD itu dilaksanakan bahkan dengan pengawasan aparat negara yang sedang berkembang itu. Sementara di saat yang sama dia juga memberi peringatan kepada masyarakatnya untuk menjauhi pengetahuan yang tidak berguna. Yakni seperti realis yang meminta masyarakatnya untuk membedakan yang inti dari yang tidak, atau yang nyata dari bayangan. Dia meminta kita untuk mengambil hikmah dari mana saja bahkan memberi nasihat bahwa pengetahuan adalah harta yang hilang dan hendaknya setiap orang yang beriman mencari dari sumber-sumbernya.

Kontribusi lainnya adalah bahwa sang Nabi tidak menutup dirinya di tempat yang tinggi sehingga sehingga dia tidak dapat diraih oleh orang-orang. Dia selalu menyatakan bahwa dirinya adalah manusia “seperti kalian”. Sungguh manusia utusan ini datang dari manusia yang baik-baik sepanjang masa semua orang dari manca negara memberi kesaksian akan hal itu. Iya dia adalah manusia. Manusia di tengah manusia, pemimpin manusia, pewaris manusia, panutan manusia dan contoh untuk semua dan selamanya!

Saya mencintai Muhammad karena wataknya yang sejati tidak berpura-pura dan berbicara dengan kejujuran yang nyata sebagaimana suratnya kepada Kaisar Roma dan Kisra Persia mengajak mereka untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan demi kehidupan dunia dan akhirat.

Dikumpulkan dari berbagai sumber.

Posted in: Artikel