AISYAH. Radhiallahu’anha IBU KAUM MUSLIMIN

Posted on 9 Juli 2013 oleh


Oleh DR. Utsman bin Muhammad Alu Khamis

Saya hanya ingin bertanya, “Pernahkah kita mendengar firman Allah ta’ala yang berbunyi, “Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka,” (QS Al-Ahzab [33]: 06)?”

Memang benar, seluruh isteri-isteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah ibu kaum mukminin. Rela maupun tidak; (memang demikian keadaannya). Seluruh isteri beliau adalah ibunda kalian. Jadi, Aisyah adalah ibu kalian dan ibuku juga. Apakah kalian rela mempunyai ibu seperti Aisyah? Awas, jangan sekali-kali kalian mengatakan, “Tidak rela!”

Ingatlah firman Allah ta’ala, “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga),” (QS An-Nur [24]: 26). Awas, jangan sekali-kali kalian mengatakan bahwa Aisyah adalah wanita jahat! Apakah kalian berani mencaci maki ibu kalian sendiri?

Wahai orang-orang Syiah! Kalian semuanya telah mengetahui perilaku para ulama kalian, di mana mereka banyak melontarkan cacian dan umpatan terhadap Aisyah radhiallahu’anha, sampai-sampai ada di antara para ulama Syiah yang mengatakan bahwa kelak Aisyah itu akan masuk neraka. Mereka mengutip firman Allah ta’ala, ”(Jahanam) itu mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka,” (QS Al-Hijr: 44). Ulama Syiah berkata, ”Neraka Jahannam itu mempunyai 7 pintu dan Aisyah (Askar) akan masuk neraka melalui pintu yang ke-6.” (Tafsir Al-Iyasyi 2: 243; Al-Burhan karya Al-Bahrani 2: 345; Biharul Anwar karya Al-Majlisi 8: 302-303).

Orang-orang Syiah memanggil Aisyah dengan sebutan Askar. Sebabnya yaitu pada perang Jamal, ketika itu Aisyah menunggangi seekor unta yang bernama Askar, seperti yang dikatakan oleh Al-Majlisi. Orang-orang Syiah juga memberikan gelar kepada Aisyah dengan sebutan Ibunya Keburukan. Demikian juga para ulama Syiah telah mengafirkan Aisyah dan mencapnya sebagai penduduk neraka. Lihatlah apa yang dikatakan oleh Al-Iyasyi (seorang dari ulama Syiah), dia pernah mengutip sebuah hadits yang disandarkan kepada Ja’far Ash-Shadiq (padahal Ja’far tidak mengatakannya) sebagai berikut, ”Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali…” (QS An-Nahl 16 : 92). Kata Al-Iyasyi bahwa Ja’far pernah mengatakan bahwa yang dimaksud wanita di dalam ayat ini adalah Aisyah radhiallahu’anha

Subhaanallaah…allaahu akbar…lihatlah…bagaimana sikap orang-orang Syiah yang mengaku pecinta Ahlu Bait Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tapi mereka mencaci Aisyah yang juga merupakan anggota Ahlu Bait Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala membakar dan menyiksa mulut-mulut lancang para ulama Syiah dan para pengikutnya. !!!

Aamiiin.

Posted in: Aqidah, Tokoh