Hukum Meluruskan GIGI & Mencukur ALIS

Posted on 22 Agustus 2014 oleh


Dua hal ini biasa dilakukan oleh sebagian kaum HAWA dg tujuan memper-CANTIK dirinya. Padahal sejak 14 abad silam, syari’at Islam telah melarang dua hal tsbt.

Berikut ini kami nukilkan fatwa ttg dua hal tsbt:

Meluruskan gigi terbagi menjadi dua:

Pertama: Tujuan melakukan hal tsbt utk menambah kecantikan diri, mk ini adalah haram&tdk boleh. Rasulullah melaknat wanita-wanita yg merenggangkan gigi utk kecantikan, yg merubah ciptaan Allah Ta’ala.

Kedua: Apabila meluruskannya krn adanya cacat mk hukumnya tdk apa-apa melakukan hal itu. Krn sebagian org, terkadang nampak sesuatu (menonjol) dari giginya, bisa jadi gigi seri (gigi depan) atau yg lainnya yg tampak kurang bagus dipandang, mk dlm kondisi ini seseorg diperbolehkan merapikannya krn hal ini termasuk menghilangkan cacat& tdk termasuk menambah kecantikan.

Hal ini berdasarkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan laki-laki yg terpotong hidungnya agar menjadikan (membuat) hidung dari perak, kemudian krn membusuk, mk beliau memerintahkannya agar membuat hidung dari emas. Krn dlm hal ini termasuk menghilangkan cacat, dan tujuannya bukan untuk menambah kecantikan.

[Fatwa-fatwa Lengkap Seputar Jenazah, Syaikh Muhammad bin Shalaih al-Utsaimin, Disusun oleh Syaikh Fahd bin Nashir as-Sulaiman,Darul Haq]

Adapun mencukur ALIS hukumnya TIDAK BOLEH (Haram) berdasarkan riwayat Ibnu Mas’ud,

“Smg Allah melaknat wanita-wanita yg mentatto dirinya atau meminta ditattokan, yg mencukur bulu alisnya atau meminta dicukurkan, yg mengikir giginya supaya kelihatan indah&mengubah ciptaan Allah.”

Kemudian beliau berkata: “Mengapa aku tdk melaknat org2 yg telah dilaknat oleh Rasulullah dlm Kitabullah, yakni firman Allah, artinya, “Apa yg diberikan Rasul kepadamu mk terimalah dia.Dan apa yg dilarangnya bagimu mk tinggalkanlah.” (QS. 59:7). (HR. Al-Bukhari&Muslim)

[Fatawa Lajnah Daimah V/179]

Semoga bermanfaat. Wallaahu a’lam.

Ditandai: ,
Posted in: Fatwa